Klasifikasi Daerah Persebaran Fauna di Dunia Menurut Alfred Russel Wallace

Ilustrasi [Emaze]
Persebaran Fauna di Dunia Menurut Alfred Russel Wallace ~ Fauna atau hewan yang ada di permukaan bumi penyebarannya di pengaruhi oleh keadaan lingkungan hidup yang sesuai untuk tempat hidupnya. Jika suatu kelompok fauna sudah tidak sesuai lagi untuk menempati suatu daerah tertentu, kelompok fauna tersebut akan melaku kan migrasi atau perpindahan ke daerah lain.

Menurut Alfred Russel Wallace, daerah persebaran fauna di dunia dapat diklasifikasikan menjadi delapan wilayah persebaran, yaitu fauna paleartik, fauna neartik, fauna neotropik, fauna ethiopia, fauna oriental, fauna australia, fauna selandia baru (oceania), dan fauna antartika.

1. Fauna Paleartik

Daerah persebarannya meliputi wilayah Siberia, Rusia, sebagian besar Benua Eropa, daerah sekitar Laut Mediterania sampai Afrika bagian utara, Cina, dan Asia bagian timur laut termasuk Jepang. Jenis fauna yang termasuk wilayah Paleartik antara lain berbagai spesies anjing, termasuk srigala, tikus, kelinci, beruang kutub, panda, dan rusa kutub.

2. Fauna Neartik

Daerah persebarannya meliputi Amerika Utara sampai dengan Meksiko. Jenis faunanya antara lain antelop bertanduk cabang, tikus ber kantung, kalkun, berbagai jenis spesies burung, anjing, kelinci, ular, kura-kura, dan tupai.

3. Fauna Neotropik

Daerah persebarannya meliputi Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko bagian selatan, dan India bagian barat. Jenis Fauna Neotropik antara lain armadillo, piranha, belut listrik, ilama (unta Amerika Selatan), buaya, kadal, kura-kura, dan berbagai jenis spesies kera. Fauna di wilayah Neotropik sebagian besar terdiri atas vertebrata (bertulang belakang) sehingga daerah ini seringkali disebut wilayah vertebrata.

4. Fauna Ethiopia

Daerah persebarannya meliputi sebagian besar Afrika, Jazirah Arab bagian selatan, dan Madagaskar. Jenis Fauna Ethiopia antara lain kuda nil (yang terdapat hanya di Sungai Nil, Afrika), gorila, simpanse, unta, trenggiling, lemur, zebra, cheetah, singa, dan zarafah.

5. Fauna Oriental


Daerah persebarannya meliputi Asia Selatan dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Jenis Fauna Oriental antara lain gajah, badak, orangutan, gibbon, harimau, rusa, banteng, berbagai jenis unggas, ikan, reptil, dan serangga.

6. Fauna Australia

Daerah persebarannya meliputi Papua, Kepulauan Aru, Australia, dan Tasmania. Jenis faunanya antara lain kanguru, platypus (cocor bebek), kuskus, koala, wallaby, cendrawasih, kasuari, ular piton, buaya, kadal, kakatua, dan merpati.

7. Fauna Selandia Baru (Oceania)

Daerah persebarannya meliputi Selandia Baru (New Zealand) dan pulau-pulau kecil di sekitar Oceania. Jenis Fauna Oceania antara lain kiwi dan sphenodon.

8. Fauna Antartika

Daerah persebarannya meliputi Benua Antartika dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Jenis Fauna Antartika antara lain pinguin dan anjing laut.

Sumber pustaka : Geografi 2 Jelajah Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial / penulis, Hartono ; editor, Toni Kurniawan . -- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Share:

Ciri-Ciri Hutan Mangrove (Hutan Bakau) dan Hutan Berdaun Jarum (Conifer)

Hutan bakau [MANGROVEMAGZ.COM]
Ciri-Ciri Hutan Mangrove (Hutan Bakau) dan Hutan Berdaun Jarum (Conifer) ~ Banyak yang bilang bahwa hutan merupakan sumber dari kehidupan, bagaimana tidak hutan merupakan tempat dimana tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan udara segar bagi semua makhluk hidup. Terdapat dua jenis hutan yang juga penting bagi makhluk hidup, yaitu Hutan Mangrove dan Hutan Berdaun Jarum.

Hutan mangrove merupakan jenis hutan di daerah tropis yang ditumbuhi berbagai jenis vegetasi khas rawa-rawa pantai yang dipengaruhi pasang surut air laut. Ciri-ciri dari vegetasi hutan mangrove antara lain ditandai dengan sistem perakaran vegetasi yang sebagian berada di atas permukaan air. Sistem perakaran tersebut berfungsi sebagai alat respirasi dan penangkapan lumpur dari peristiwa pasang surut air laut.

Jenis-jenis vegetasi di hutan mangrove antara lain nipah dan bakau. Wilayah penyebaran hutan mangrove terutama di pantai-pantai landai berlumpur di wilayah Australia Utara, Afrika Barat, Amerika Selatan terutama Brazilia, dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Hutan berdaun jarum merupakan jenis hutan yang banyak terdapat di daerah iklim sedang sampai dingin. Ciri hutan ini vegetasinya ber daun jarum (conifer), memiliki ketinggian yang relatif sama, berbatang lurus, dan berbentuk kerucut, seperti pinus, cemara, dan cedar.


Di Eropa terutama di sekitar daerah Siberia, hutan conifer banyak ditumbuhi jenis vegetasi yang disebut larix yang menggugurkan daunnya pada musim dingin (winter). Adapun di Amerika Serikat sekitar daerah Columbia dan California tumbuh jenis vegetasi berdaun jarum raksasa yang disebut sequoia yang ketinggiannya dapat mencapai lebih dari 75 meter.

Sumber pustaka : Geografi 2 Jelajah Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial / penulis, Hartono ; editor, Toni Kurniawan . -- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Share:

Ciri dan Wilayah Penyebaran Hutan Musim di Daerah Iklim Tropis dan Daerah Iklim Sedang

Hutan musim [ringkasanbukugeografi.blogspot.com]
Ciri dan Wilayah Penyebaran Hutan Musim di Daerah Iklim Tropis dan Daerah Iklim Sedang ~ Hutan musim adalah hutan yang terdapat pada daerah yang mempunyai perbedaan musim yang cukup jelas. Seperti yang telah kita ketahui bahwa terdapat beberapa tempat yang mempunyai dua musim saja dan di beberapa tempat lainnya mempunyai empat musim, sehingga hutan musim dapat dibedakan menjadi dua yaitu Hutan musim di daerah tropis dan hutan musim di daerah iklim sedang.

Hutan musim di daerah tropis, yaitu jenis hutan yang terdapat di daerah. yang memiliki pola musim hujan dan kemarau yang jelas. Ciri khas dari hutan ini antara lain terdiri atas satu atau dua spesies pohon berkayu dengan ketinggian sekitar 25 meter.

Pohon tersebut cenderung meng gugurkan daunnya pada musim kemarau, yaitu pada saat curah hujannya kurang dari 60 mm/tahun atau sama sekali tidak mendapatkan curah hujan. Gugur atau rontoknya daun-daunan tumbuhan di hutan ini merupakan bentuk adaptasi fisiologis untuk mengurangi tingkat penguapan.

Akibatnya, sinar matahari dapat mencapai bagian dasar dari hutan musim di daerah tropis ini sehingga di bagian dasar hutan ini tumbuh dengan subur dan lebat berbagai vegetasi semak belukar dan rumput-rumputan. Contoh dari vegetasi hutan musim di daerah tropis adalah jati.

Wilayah penyebaran jenis hutan musim di daerah tropis, antara lain di sebagian wilayah Indonesia, Thailand, Kamboja, dan Myanmar.

Sedangkan, hutan musim di daerah iklim sedang merupakan suatu jenis hutan yang terdapat di wilayah iklim yang memiliki empat musim, yaitu musim panas (summer), gugur/rontok (spring), dingin/salju (winter), dan semi (autumn).


Vegetasi di hutan ini pada umumnya berupa tumbuhan berkayu yang memiliki daun lebar, perakaran yang dalam, dan kulit yang kasar. Bentuk adaptasi dari tumbuhan di hutan ini adalah adaptasi fisiologis dengan cara yang berbeda pada setiap musimnya.

Pada musim semi, tumbuhan mulai berbunga dan berbuah, pada musim panas mulai tumbuh biji, pada musim rontok menggugurkan daunnya, sedangkan pada musim dingin tumbuhan mengu rangi penyerapan air infiltrasi melalui sistem perakarannya. Jenis vegetasi di hutan ini didominasi oleh dua atau tiga spesies. Misalnya, oak, elm, beach, dan maple.

Wilayah penyebaran hutan ini meliputi wilayah Amerika Serikat bagian timur, sebagian besar Eropa Tengah, Australia bagian timur, Selandia Baru, Cina, Korea, Jepang, dan Argentina.

Sumber pustaka : Geografi 2 Jelajah Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial / penulis, Hartono ; editor, Toni Kurniawan . -- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Share:

Ciri-Ciri dan Wilayah Penyebaran Hutan Hujan Tropis (Tropical Rain Forest)

Hutan hujan tropis (tropical rain forest) [ragamorganisme.blogspot.com]
Karakteristik dan Wilayah Penyebaran Hutan Hujan Tropis (Tropical Rain Forest) ~ Hutan hujan tropis merupakan hutan yang terdapat di daerah tropis, yaitu suatu daerah yang terletak pada lintang 23,5° LU–23,5° LS. Jenis hutan ini dicirikan dengan pohon-pohon yang tinggi dan rapat serta selalu hijau sepanjang tahun.

Pada bagian bawahnya, tumbuh pohon-pohon yang lebih rendah dan di bagian paling bawah ditumbuhi semak, perdu, serta vegetasi penutup sehingga sinar matahari hampir tidak dapat menembus sampai ke permukaan tanah.

Ciri lain dari hutan ini antara lain ditumbuhi beragamnjenis epifit. Misalnya, cendawan, lumut, dan berbagai jenis anggrek, serta tumbuhan pemanjat seperti rotan. Hutan ini sangat rapat dengan vegetasi yang heterogen (lebih dari 300 spesies).

Pohon-pohon di hutan ini tinggi dan berdaun lebar sehingga mengakibat kan terbentuknya kanopi (tajuk) yang menyebabkan dasar hutan menjadi lembap dan gelap. Contoh vegetasi di daerah hutan hujan tropis antara lain meranti dan damar.


Wilayah penyebaran hutan hujan tropis meliputi wilayah Amerika Selatan (Lembah Amazon), Semenanjung Amerika Tengah, Afrika bagian tengah, Madagaskar, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan daerah-daerah di Asia Tenggara lainnya.

Sumber pustaka : Geografi 2 Jelajah Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial / penulis, Hartono ; editor, Toni Kurniawan . -- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Share:

Pola Permainan Menyerang dan Bertahan Dalam Permainan Sepak Bola

Pola permainan sepak bola [vivapoks.weebly.com]
Pola Permainan Menyerang dan Bertahan Dalam Permainan Sepak Bola ~ Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa kesuksesan dalam permainan sepak bola sebagian besar dikarenakan penguasaan teknik dasar oleh setiap pemain serta kerja sama tim. Dalam kerja sama tim ini termasuk didalamnya ialah penerapan pola atau taktik permainan yang diberikan oleh pelatih kepada setiap pemain yang bermain.

Sama dengan permainan yang lainnya, sepak bola juga menerapkan dua pola permainan yaitu pola permainan menyerang dan pola permainan bertahan. Dalam permainan sepak bola pola atau taktik menyerang dilakukan untuk memasukkan bola kegawang, sedangkan pola atau taktik bertahan dilakukan untuk menahan serangan lawan dan memeprtahankan gawang dari kebobolan.

Baca juga : Strategi Bertahan dan Menyerang Pada Permainan Sepak Bola

1. Pola Penyerangan

Tujuan dari dilakukannya pola atau taktik penyerangan adalah untuk memasukkan bola ke gawang lawan. Untuk itu, diperlukan strategi dan taktik tertentu. Beberapa contoh pola penyerangan sebagai berikut.

  • Pola 4-2-4
  • Pola ini terdiri atas empat pemain belakang (back kanan, back kiri, libero, dan stopper), dua pemain tengah (gelandang kanan, gelandang kiri), dan empat pemain depan (kanan luar, kiri luar, dan dua penyerang tengah (striker)).

  • Pola 2-4-4
  • Pola ini terdiri atas dua pemain belakang (back kanan dan back kiri), empat pemain tengah (sayap kanan, sayap kiri, gelandang kanan, gelandang kiri), empat pemain depan (kanan luar, kiri luar, dan dua penyerang tengah).

  • Pola 3-2-5
  • Pola ini terdiri atas tiga pemain belakang (back kanan, back kiri, dan libero), dua pemain tengah (gelandang kanan dan gelandang kiri), serta lima pemain depan (kanan luar, kanan dalam, penyerang tengah, kiri luar, dan kiri dalam).

Baca juga : Taktik Penyerangan Dalam Permainan Sepakbola

2. Pola Penyerangan


Tujuan dari dilakukannya pola pertahanan adalah untuk memberikan perlawanan terhadap lawan agar tidak tercipta gol atau gawang kemasukan bola dari lawan. Beberapa contoh pola pertahanan dalam permainan sepak bola adalah sebagai berikut.

  • Pola 4-4-2
  • Pola ini terdiri atas empat pemain belakang (back kanan, back kiri, libero, dan stopper), empat pemain tengah (sayap kanan, sayap kiri, gelandang kanan, dan gelandang kiri), serta dua pemain depan yaitu dua penyerang tengah,

  • Pola 5-3-2
  • Pola ini terdiri atas lima pemain belakang (back kanan dalam, back kanan luar, stopper, back kiri dalam, dan back kiri luar), tiga pemain tengah (gelandang kanan, gelandang tengah, dan gelandang kiri), serta dua pemain depan yaitu penyerang kanan dan penyerang kiri.

Baca juga : Jenis-Jenis Pola Pertahanan Dalam Permainan Sepak Bola

Sumber pustaka : Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kelas VIII SMP/MTs/Sujarwadi, Dwi Sarjiyanto; editor, Fitriani Lestari H., Retno Susanti; ilustrator, D. Wisnu Kinardi, Dewi Isnaeni.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.
Share:

Latihan Kemampuan Teknik Smash (Spike) Bola Voli

Smash bola voli [Dentmasoci]
Latihan Kemampuan Teknik Smash (Spike) Bola Voli ~ Selain teknik passing atau mengumpan dalam permainan bola voli, terdapat juga teknik lainnya yaitu teknik smash (spike). Smash dilakukan oleh seorang pemain yang mempunyai keahlian khusus yaitu mempunyai lompatan dan pukulan yang kuat serta kencang sehingga bola yang dipukul tidak bisa dikembalikan oleh pemain lawan.

Smash adalah pukulan keras menukik ke bawah dalam suatu penyerangan dalam permainan bola voli. Pukulan ini biasanya mematikan dan merupakan suatu usaha untuk mencapai kemenangan dalam sebuah permainan bola voli.

Smash merupakan suatu gerakan yang kompleks, yang terdiri atas langkah awal, tolakan untuk meloncat, memukul bola pada saat melayang di udara, dan saat mendarat kembali setelah memukul bola. Untuk bisa menguasai teknik pukulan smash ini , pemain yang berposisi sebagai spiker harus melakukan latihan-latihan yang berkaitan dengan smash.

Baca : Cara Melakukan Teknik Smash (Spike) Dalam Permainan Bola Voli

Berikut ini beberapa latihan untuk melatih kemampuan smash, latihan smash berikut ini merupakan latihan smash yang dilakukan tanpa awalan atau tanpa melakukan awalan berlari.

  1. Berlatih dengan berdua berhadapan


  2. Caranya seorang pemain bertugas melempar bola lambung ke arah pemain lainnya yang akan melakukan smash. Bola dilambungkan ke atas tepat di depan (muka) kepala sehingga mudah di smash. Bola di-smash tanpa awalan dengan memperhatikan gerakan tangan sesuai langkah-langkah smash.

  3. Berlatih berdua di depan jaring atau net
  4. Caranya sama dengan cara pertama, hanya saja bola di-smash ke arah seberang jaring. Anak yang melakukan smash awalnya berdiri di samping jaring, kemudian saat bola datang melakukan lompatan setinggi-tingginya dan melakukan pukulan.
Sumber pustaka: Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kelas VIII SMP/MTs/Sujarwadi, Dwi Sarjiyanto; editor, Fitriani Lestari H., Retno Susanti; ilustrator, D. Wisnu Kinardi, Dewi Isnaeni.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.
Share:

Latihan Kemampuan Passing Bawah dan Passing Atas Bola Voli

Latihan bola voli [volinesia]
Latihan Kemampuan Passing Bawah dan Passing Atas Bola Voli ~ Sama halnya dengan sepak bola, sebagian besar kesuksesan dari permainan enam lawan enam orang ini ditentukan oleh penguasaan teknik dasar serta kerja sama antar pemain. Untuk itu setiap pemain harus  dan wajib untuk menguasai teknik dasar dalam permainan bola voli, Adapun teknik dasar tersebut salah satunya ialah Passing.

Istilah passing dalam bola voli adalah mengoper/ mengambil bola/ mengumpankan bola kepada teman, atau langsung memasukkan ke daerah lawan. Dalam pelaksanaannya, passing dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu passing atas dan passing bawah.

Yang dimaksud dengan passing bawah adalah pengambilan bola dengan tangan bergandengan satu sama lain dengan ayunan dari bawah atas depan. Yang perlu diperhatikan dalam passing bawah adalah saat tangan akan menyentuh bola, lengan tidak dalam keadaan lurus dan direnggangkan.

Sedangkan yang dimaksud dengan passing atas adalah passing yang dilakukan dengan teknik atas tanpa mengadakan gerakan terlebih dahulu. Adapun yang perlu diperhatikan dalam passing atas adalah penempatan bola sedemikian rupa sehingga bola pada posisi didepan atas muka pemain.

Pantulan bola sesudah di-passing harus melambung tinggi ke arah depan atas (parabola). Passing atas ini biasanya dilakukan apa bila bola datangnya lebih tinggi dari bahu.

Baca : Latihan Variasi Keterampilan Teknik Dasar Dalam Permainan Bola Voli

Untuk dapat bisa menguasai kedua teknik passing ini, setiap pemain perlu untuk melakukan latihan-latihan yang berkaitan dengan teknik passing. Latihan yang dilakukan diperlukan dua orang atau lebih agar supaya kemampuan teknik passing yang kita latih lebih baik.

Untuk melatih kemampuan passing bawah dapat dilakukan dengan cara berikut.

  • Melatih passing bawah dengan seorang teman (berdua)
  • Caranya dengan berdiri saling berhadapan jarak 3- 4 meter. Bola di-passing bawah secara bergantian. Apabila sudah mahir lakukan latihan ini sejajar dengan jaring (net) di lapangan bola voli. Hal ini berguna untuk melatih ketepatan dan keakuratan passing bawah.

  • Melatih passing bawah dengan dua orang teman (bertiga)


  • Caranya keiga pemain berdiri membentuk segitiga sama sisi dengan panjang sisi 3 - 4 meter. Bola di-passing secara berurutan ke arah kiri. Selanjutnya, ganti arah passing ke kanan. Apabila sudah mahir lakukan kombinasi arah datang bola dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Latihan ini ebrguna untuk melatih konsentrasi dan keteapatan passing sesuai dengan arah datangnya bola.

Baca : Latihan Koordinasi Keterampilan Teknik Dasar Dalam Permainan Bola Voli

Adapun untuk elatih kemampuan passing atas bola voli dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  • Melatih passing atas dengan seorang teman (berdua)
  • Caranya dengan berdiri saling berhadapan dengan jarak 3 - 4 meter. Bola di-passing atas secara bergantian. Apabila sudah mahir lakukan latihan ini sejajar degan jaring (net) di lapangan bola voli. Hal ini berguna untuk melatih ketepatan dan keakuratan passing atas.

  • Melatih passing atas dengan dua orang teman (bertiga)
  • Caranya ketiga pemain berdiri membentuk segitiga sama sisi dengan panjang sisi 3 - 4 meter. Bola di-passing atas secara berurutan ke arah kiri. Apabila sudah mahir lakukan kombinasi arah datang bola dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Latihan ini ebrguna untuk melatih konsentrasi dan keteapatanpassing atas sesuai dengan arah datangnya bola.

Sumber pustaka: Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kelas VIII SMP/MTs/Sujarwadi, Dwi Sarjiyanto; editor, Fitriani Lestari H., Retno Susanti; ilustrator, D. Wisnu Kinardi, Dewi Isnaeni.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.
Share:

Klasifikasi Daerah Persebaran Fauna di Dunia Menurut Alfred Russel Wallace

Ilustrasi [Emaze] ,  Persebaran Fauna di Dunia Menurut Alfred Russel Wallace ~ Fauna atau hewan yang ada di permukaan bumi penyebaranny...

Recent Posts